Waktu

Sabtu Pon, 1 Januari 2005 @ 11:48 am Label:

Jaman Dulu
Negara atau kerajaan dianggap paling hebat bila mempunyai kekuasaan (wilayah?) yang luas sehingga untuk berkuasa harus mampu menaklukkan kekuasaan lainnya.
Pemimpinnya adalah orang yang paling hebat diantara penduduknya. Kehebatannya dinilai dari segi fisik seperti kekuatan, kesaktikan, keturunan, dsb.
Hanya diperlukan satu skill agar bisa hidup makmur, yaitu, kemampuan untuk ‘menjilat’ orang yang berkuasa.
Olahraga merupakan kegiatan fisik untuk menunjukkan rasa kebersamaan dan tentu saja menjaga kesehatan.

Jaman Sekarang
Luas wilayah suatu negara atau kerajaan bukan lagi menjadi tolak ukur. Dan negara yang dianggap hebat adalah negara dengan perekonomian mapan.
Pemimpinnya adalah orang yang pandai berpolitik seperti, tukang mbual, tukang lobi, tukang tipu, dsb.
Orang dapat hidup makmur karena kemampuannya sendiri, dia bisa bekerja, dia bisa berkarya, menjadi karyawan, bussiness owner, dsb.
Olah raga sudah menjadi mainan bisnis. Pemain-pemainnya menjadi produk dan komoditas bisnis.

Jaman Edan (???)
Wilayah hanyalah pembagian daerah administratif saja (pasar global). Sudah tidak ada lagi negara yang paling hebat, tetapi lebih cenderung ke kelompok yang paling hebat, atau lebih spesifik ke orang yang paling hebat.
Sudah tidak ada lagi pemimpin, yang ada hanyalah pejabat administratif yang bertugas mengurus keperluan-keperluan bisnis dan standard atau kesepakatan teknologi (seperti RFC, JSR, IEEE, dsb).
Yang menjadi pemimpin (meski tidak terlihat secara legal formal) adalah orang yang pandai berbisnis atau penguasa pasar, tentu saja dengan memanfaatkan teknologi informasi. Semua komponen sistem pakar dan sistem pendukung keputusan ada diruang kerjanya yang terletak disebelah kamar tidurnya.
Mungkinkah tidak adalagi pertandingan olah raga? karena semua orang dimanja. Mereka dapat bermain sendiri menggunakan Playstation, virtual reality dan mainan-mainan lainnya.
mbro140202

Post yang berhubungan:

Tidak ada Komentar »

  1. ada harga yg lebih mahal atau tidak bisa digantikan dari sebuah teknologi.. yakni orisinalitas

    Komentar oleh ekin — Juli 8, 2005 @ 3:47 pm

  2. ada harga yang lebih mahal atau tidak bisa digantikan dari sebuah orisinalitas… yakni, pikiran manusia

    Komentar oleh MBro — Juli 8, 2005 @ 7:09 pm

  3. oke dech :P I give up ^_^

    Komentar oleh ekin — Juli 15, 2005 @ 8:57 pm

  4. oke dech .. :p I Give Up ^_^

    Komentar oleh ekin — Juli 15, 2005 @ 8:58 pm

  5. dulu sekarang sama-sama edan :D

    Komentar oleh Imponk — Agustus 24, 2005 @ 5:09 pm

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

37 queries. 2,637 seconds. Didukung oleh WordPress