Makan Sate

Sabtu Pon, 1 Januari 2005 @ 11:44 am Label:

Remaja, pelajar, atau mahasiswa boleh dibilang kebanyakan mereka sebenarnya masih anak-anak, dalam hal belajar dan atau mempelajari sesuatu.

Pernah ada seorang anak kecil (usia sekitar 2-3 tahun) yang merengek-rengek ketika saudara-saudaranya yang lebih besar lagi asyik makan sate. Si kakak sebenarnya merasa kasihan melihat adik yang paling kecil tidak kebagian. Sebenarnya bukan masalah pedas-nya tetapi si kakak menganggap adiknya masih belum kuat mengunyah sate kambing yang terlalu alot itu.

Akhirnya si Ibu datang untuk menghentikan tangisan si kecil. Tahu kalau si bungsu ingin ikutan makan sate, Ibu mengambil satu tusuk sate kambing madura, dikunyahnya sampai halus (biar tidak tersedak), kemudian disuapkan ke mulut adik kecil yang imut itu.

Sebenarnya, ketika makanan dikunyah oleh sang Ibu, aroma dan rasa sate tersebut tentunya sudah berbeda dengan aslinya, yang begitu nikmat. Tapi apa daya, demi hanya sekedar ikut-ikutan makan sate, atau memenuhi keinginan yang tidak tepat (ingin makan sate tapi bukan untuk mendapatkan kenikmatannya), si kecil mau saja makan sate itu.

Tapi ketika 5 tahun kemudian dia sudah bisa mengunyah sendiri, kecewa juga rasanya dulu hanya menerima makanan yang sudah terkunyah. Padahalkan asyiknya makan sate itu kan saat mengunyah dan menjilati bumbunya )

Tapi sayangnya kita tidak pernah tumbuh dewasa, selalu menjadi seorang balita yang selalu menunggu makanan yang empuk, tidak berani untuk memakan yang lebih keras.

Kita terbiasa untuk menikmati hasil, tidak mengutamakan proses. Buruknya lagi, bagaimana prosesnya kita tidak pernah tahu (atau tidak mau tahu?) (

Padahal sekolah atau kuliah itu, kalau dapat menikmati proses belajarnya akan sangat terasa nikmat, bukannya cuman berorientasi dapat nilai bagus atau yang penting lulus. Meskipun tidak bisa lulus (karena alasan tertentu) tetapi karena kita menikmati prosesnya, hasilnya tentu akan berbeda.

Orang yang suka menunggu hasil tanpa mau menjalani proses, akan merugi. Rugi sekarang dan lebih-lebih lagi akan menyesal dikemudian hari )

Beruntunglah mereka yang suka makan sate. Tidak mau menerima begitu saja hasilnya.
mbro080304

Post yang berhubungan:

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

38 queries. 0,250 seconds. Didukung oleh WordPress